Tag Archives: anakedulabantisalahjurusan

Try Out Akbar – 3 UTBK Edulab

Tahun 2021 ini, para siswa dan siswi Edulab banyak yang sudah berhasil masuk ke jurusan dan PTN impian mereka. Dari tahun sebelumnya, siswa dan siswi Edulab juga selalu banyak yang lulus ke PTN. Edulab memiliki program belajar yang fasilitas-fasilitasnya sangat lengkap untuk membantu kegiatan belajar. Salah satu fasilitas di Edulab yaitu Try Out UTBK. Try Out UTBK terbuka untuk siswa internal dan juga eksternal secara gratis. Berikut persyaratan Try Out Akbar – 3 UTBK di Edulab :

  1. Download aplikasi MyEdulab di Google Play atau melalui link bit.ly/MyEdulab
  2. Daftar Program Try Out melalui aplikasi MyEdulab atau link bit.ly/TO_Akbar_3
  3. Follow akun Instagram edulab.id
  4. Like, comment dan repost postingan ini di instastory para siswa yang mendaftar Try Out
  5. Jika mengalami kesulitan, hubungi 0853-1669-7155 atau cabang Edulab terdekat

Try Out Akbar-3 UTBK ini akan dilaksanakan pada tanggal 25 – 26 September 2021 yang dimulai pukul 08.00 WIB. Tujuan Edulab melaksanakan Try Out UTBK ini agar melatih kemampuan siswa dan siswi pejuang PTN tahun 2022.

Informasi lebih lanjut hubungi :

Instagram (edulab.id)

Youtube (Edulab Indonesia)

Try Out Akbar – 2 UTBK Edulab

Setiap tahunnya sudah banyak siswa dan siswi Edulab yang berhasil lulus ke jurusan dan PTN ternama sesuai cita-cita mereka. Program belajar di Edulab memiliki fasilitas-fasilitas yang memadai untuk membantu kegiatan belajar para siswa dan siswi. Salah satu fasilitasnya yaitu Try Out UTBK. Try Out UTBK ini tidak hanya bisa diikuti oleh siswa Edulab saja, tetapi siswa eksternal juga bisa mendaftar secara gratis. Berikut persyaratan Try Out Akbar – 2 UTBK di Edulab :

  1. Download aplikasi MyEdulab di Google Play atau melalui link bit.ly/MyEdulab
  2. Daftar Program Try Out melalui aplikasi MyEdulab atau link bit.ly/TO_Eksternal
  3. Follow akun Instagram edulab.id & Youtube Edulab Indonesia
  4. Like, comment dan repost postingan ini di instastory para siswa yang mendaftar Try Out
  5. Jika mengalami kesulitan, hubungi 0853-1669-7155 atau cabang Edulab terdekat

Try Out Akbar-2 UTBK di Edulab ini akan laksanakan pada hari Sabtu, 4 September 2021. Para siswa dan siswi yang mengikuti Try Out ini mengerjakan soalnya dimulai dari pukul 09.00 – 20.00 WIB (bebas memilih). Melewati pukul tersebut, siswa dan siswi tidak bisa mengakses soal Try Out.

Informasi lebih lanjut hubungi :

Instagram (edulab.id)

WhatsApp (0853-1669-7155)

Youtube (Edulab Indonesia)

Program Belajar Khusus SIMAK UI di Edulab

Universitas Indonesia menyediakan beberapa jalur untuk para calon mahasiswa yang ingin mendaftar. Jalur yang tersedia di Universitas Indonesia antara lain seperti SNMPTN, UTBK SBMPTN dan SIMAK UI. Jalur SNMPTN dan UTBK SBMPTN tersedia di seluruh PTN yang ada di Indonesia. Jadi, jalur SIMAK UI hanya tersedia di Universitas Indonesia saja dengan persyaratan tersendiri yang sudah ditentukan.

Simak­ UI adalah singkatan dari ‘Seleksi Masuk UI’, sebuah ujian seleksi masuk UI. Jalur ini tidak seperti SNMPTN ataupun UTBK SBMPTN. SIMAK UI diselenggarakan secara mandiri oleh UI yang mempunyai Program Pendidikan yang sudah ditentukan. Program pendidikan di SIMAK UI seperti Program Vokasi (D3), Sarjana Reguler, Sarjana Kelas Paralel, Sarjana Ekstensi/Paralel untuk lulusan D3 Profesi, Spesialis, Magister dan Doktor.

SIMAK UI mempunyai persyaratan ujian bagi siswa yang mendaftar. Maka dari hal tersebut, Edulab menyediakan program belajar khusus untuk siswa yang berminat masuk ke SIMAK UI. Program tersebut didampingi oleh pengajar muda yang berasal dari PTN ternama di Indoneisa.  Dari tahun ke tahun sudah banyak siswa dan siswi Edulab yang berhasil lulus melalui jalur SNMPTN, UTBK SBMPTN, dan SIMAK UI.

Try Out UTBK #3 di Edulab

Edulab kembali menyelenggarakan Try Out UTBK akbar ke-3 yang bertujuan membantu para siswa dan siswi untuk melatih kemampuan mengerjakan soal-soal UTBK seperti TKA dan TPS. Selain itu, Try Out UTBK di Edulab cara mengevaluasinya mirip dengan UTBK LTMPT dan menggunakan Sistem Penilaian IRT. Namun, Try Out UTBK di Edulab sedikit berbeda, karena kali ini disponsori oleh IT Telkom Surabaya. TO ini akan dilaksanakan pada tanggal 26 & 27 Februari 2021. Berikut cara mendaftar untuk para siswa dan siswi yang ingin mengikuti kegiatan ini :

  1. Download dan install aplikasi MyEdulab di Google Play atau melalui link bit.ly/MyEdulab
  2. Daftar program Try Out melalui aplikasi MyEdulab atau link bit.ly/TOUTBKFebruari2021
  3. Follow akun @smb.ittelkomsurabaya
  4. Like, comment da tag 5 temen kamu di postingan Try Out di akun @smb.ittelkomsurabaya
  5. Jika mengalami kesulitan, hubungi 0813-6321-3988 atau cabang Edulab terdekat di kota kamu
  • Try Out UTBK ini juga akan membagikan give away menarik seperti dibawah ini :
  • 50 Tiket free pass (biaya pendaftaran dan seleksi penerimaan mahasiswa) kuliah di IT Telkom Surabaya
  • 500 Tiket tes bakat & minat ST30 beserta konsultasi senilai Rp.500.000,-

*Informasi lebih lanjut bisa lihat di instagram Edulab Pusat (edulab.id)*

Try Out UTBK Akbar di Edulab

Registrasi akun LTMPT sudah bisa dilakukan tanggal 7 Februari – 12 Maret 2021 khusus untuk jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Siswa dan siswi sudah banyak yang mempersiapkan mengikuti tes UTBK SBMPTN tahun 2021. Maka dari hal tersebut, Edulab menyediakan Try Out UTBK Akbar khusus untuk siswa dan siswi kelas 12 SMA secara online.

Edulab menyelenggarakan Try Out UTBK Akbar pada tanggal 18 – 19 Desember 2020. Kegiatan TryOut ini sangat membantu para siswa dan siswi SMA kelas 12, agar bisa mempersiapkan UTBK SBMPTN 2021. TryOut UTBK ini dikhususkan untuk latihan soal TKA dan TPS. Berikut tahapan pendaftaran mengikuti Try Out UTBK Akbar di Edulab :

  1. Download aplikasi MyEdulab di Google Play atau melalui link bit.ly/MyEdulab
  2. Daftar program Try Out melalui aplikasi MyEdulab atau link bit.ly/TryOutDesember
  3. Follow instagram & subscribe Youtube Edulab Indonesia
  4. Repost postingannya di story instagram kalian dan @edulab.id

Try Out UTBK Akbar ini gratis dan terbuka untuk umum loh! Yuk langsung daftar sekarang juga ya! Informasi lebih lanjut bisa langsung follow instagram edulab.id.

 

Perbedaan Psikolog dan Psikiater

Saat ini calon mahasiswa selalu mencari tahu informasi seputar prospek kerja dari jurusan yang mereka minati. Dari hal tersebut, ternyata masih banyak calon mahasiswa yang belum mengetahui tentang perbedaan psikolog dan psikiater. Psikolog dan Psikiater adalah dua profesi yang berbeda, tetapi karena keduanya sama-sama menyediakan pelayanan terapi. Namun, Psikolog dan Psikiater memiliki perbedaan konten dan ruang lingkupnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, Psikiater adalah dokter yang ahli dalam penyakit jiwa dan sedangkan Psikolog adalah ahli psikologi.

  • Psikolog

Kalau kamu ingin menjadi seorang psikolog, kamu harus menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Psikologi. Setelah itu, kamu harus melanjutkan ke jenjang berikutnya yaitu program profesi untuk mempelajari secara langsung dan mempraktikan kerja psikolog.

Psikolog biasanya menangani kasus-kasus kejiwaan, mendiagnosis gejala psikologis pasien, dan melakukan psikoterapi sebagai bentuk penanganannya. Dari hal tersebut, psikolog berkompeten untuk melakukan beberapa tes psikologi yang kemudian hasilnya diinterpretasikan sebagai jawaban dari masalah yang dialami oleh pasiennya. Beberapa tes yang bisa dilakukan oleh seorang psikolog contohnya seperti tes IQ, minat bakat, dan tes kepribadian. Namun, Psikolog tidak bisa meresepkan obat-obatan, karena dalam menangani kasus kejiwaan mereka berfokus pada terapi psikososial untuk mengendalikan perilaku, pikiran, dan emosi pasien.

  • Psikiater

Kalau seorang yang ingin menjadi Psikiater harus menyelesaikan pendidikan kedokteran dan mengambil Spesialisasi Kejiwaan. Psikiater adalah spesialisasi dari ilmu kedokteran. Setelah mendapatkan gelar sarjana dokter umum, dibutuhkan waktu selama empat tahun untuk menjalani residensi yang dikhususkan dalam bidang psikiatri. Setelah lulus masa residensi, nantinya Psikiater akan mempunyai gelar dokter dan Sp.KJ (Spesialis Kesehatan Jiwa).

Seorang Psikiater mengetahui segala hal tentang diagnosis dan perawatan yang bisa dilakukan untuk setiap kondisi psikologis setiap pasien yang cenderung rumit, seperti gangguan bipolar dan skizofrenia. Di banyak negara, psikiater adalah pekerjaan legal dan klinis sehingga mereka bertanggung jawab atas keseluruhan perawatan kesehatan mental pasien. Maka dari itu, Psikiater diperbolehkan dan bertanggung jawab untuk mendiagnosis gangguan mental seorang pasien dan menentukan pengobatan yang dilakukan. Mengapa? karena keahlian mereka difokuskan pada ketidakseimbangan kimia di dalam otak manusia. Selain itu, Psikiater juga bisa memberikan resep dan terapi obat-obatan (farmakoterapi), terapi stimulasi otak, pemeriksaan fisik dan laboratorium sesuai dengan kebutuhan para pasien.

Sumber : halodoc.com

3 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Saat Memilih Jurusan

Permasalahan yang sedang dihadapi oleh para siswa dan siswi yang akan melanjutkan jenjang pendidikannya ke Perguruan Tinggi yaitu salah memiilih jurusan. Saat ini sudah banyak sekali calon mahasiswa yang salah memilih jurusan. Mengapa? Karena salah satu faktor mereka salah jurusan itu sebagian besar banyak yang mengikuti jejak temannya. Dari hal tersebut, seharusnya kamu memilih jurusan sesuai minat dan bakat masing-masing. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan saat memilih jurusan kuliah :

  1. Memilih Perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau Perguruan Tinggi Swasta (PTS)

Sebelum mendaftarkan diri, kamu harus menentukan kampus mana yang akan kalian pilih. Kalau kamu mendaftar di PTN bisa mengikuti jalur SNMPTNSBMPTN, dan jalur mandiri.  Khusus jalur SNMPTN, harus memilih jurusan yang sesuai dengan jurusan yang sama sewaktu sekolah, jadi tidak bisa lintas jurusan. Melakukan lintas jurusan di jalur SNMPTN, peluang untuk diterimanya sangatlah kecil. Sementara jika masuk PTN lewat jalur SBMPTN  maupun jalur mandiri, masih diperbolehkan untuk lintas jurusan. Namun, ada pengecualian bagi lulusan IPS yang ingin lintas jurusan kedokteran atau jurusan yang berhubungan dengan kesehatan, kalian tidak bisa mengambil jurusan ini karena bidang ilmu tersebut.

Di Perguruan Tinggi Swasta ada kampus yang memperbolehkan untuk lintas jurusan dan juga yang tidak memperbolehkan. Jadi, pada umumnya lulusan IPA memiliki peluang yang luas untuk memilih jurusan IPA, IPS, atau Bahasa. Sedangkan, lulusan dari IPS hanya sebatas jurusan IPS atau Bahasa saja.

  1. Memilih jurusan sesuai minat dan bakat

Memilih jurusan kuliah adalah hal yang sangat penting. Jika kamu ingin lintas jurusan, pilihlah jurusan yang benar-benar sesuai dengan minat dan bakat. Mengapa? Karena nantinya kalian akan menjalani perkuliahan di bidang tersebut dengan waktu yang terbilang cukup lama. Di Edulab menyediakan tes Talents Mapping yang bisa mengetahui jurusan sesuai minat dan bakat kamu. Jangan sampai kamu memilih jurusan mengikuti pilihan teman-teman, karena hal tersebut akan merugikan.

  1. Memilih jurusan SAINTEK atau SOSHUM

Di Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta selalu mempunyai pengkategorian bidang studi seperti jurusan SAINTEK (IPA) dan SOSHUM (IPS). Di setiap universitas sangat berbeda kebijakannya dan ternyata ada jurusan SAINTEK yang masuk ke kategori SOSHUM dan ada juga jurusan SOSHUM yang masuk ke kategori SAINTEK, contohnya seperti jurusan Psikologi yang terbagi atas 2 jurusan yaitu Psikologi SAINTEK dan Psikologi SOSHUM. Dari hal tersebut, kamu harus mencari tahu kira-kira jurusan yang akan dipilih itu masuk ke kategori mana. Kalau masuk ke kategori yang berbeda, berarti itu namanya lintas jurusan.

Sumber : infokampus.news

Tips Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Saat ini sedang mewabah Virus Corona atau COVID-19 yang sudah menyebar di berbagai negara termasuk di Indonesia. Virus ini menyebar begitu cepat setiap hari dan sudah banyak korbannya. Selain itu, COVID-19 juga menyerang manusia yang mempunyai daya tahan tubuh lemah. Maka dari itu, masyarakat Indonesia harus memounya daya tahan tubuh yang tinggi. Berikut tips meningkatkan daya tahan tubuh.

  1. Melakukan yoga

Kegiatan yoga akan membuat kamu menjadi lebih rileks dan juga bisa meningkatkan stamina. Jika dilakukan secara rutin, aktivitas ini dapat meningkatkan ketahanan tubuh serta mengurangi stres dan juga lelah.

  1. Memperbanyak makan sayur dan buah

Menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, cobalah untuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah. Penelitian menunjukkan, orang yang banyak mengonsumsi sayur dan buah, cenderung tidak mudah sakit. Mengapa? Karena vitamin dan mineral yang terkandung dalam sayur dan buah mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus dan bakteri penyebab penyakit.

  1. Mengkonsumsi suplemen atau vitamin

Mengonsumsi suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Konsumsi suplemen mungkin dapat menjadi pilihan untuk melengkapi pola makan yang kurang bernutrisi. Selain itu, mempertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen peningkat imunitas tubuh, perhatikan kandungan yang terdapat pada suplemen tersebut seperti Echinacea, Morinda citrifolia atau buah mengkudu, Phylantus atau daun meniran, Mengandung vitamin B6, C, dan E.

  1. Rutin berolahraga

Rutin berolahraga selama 30 menit setiap hari, untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi. Salah satu olahraga yang mudah untuk dilakukan adalah berjalan kaki dan jogging.

  1. Hindari rokok dan alcohol

Mengkonsumsi rokok dan alkohol secara berlebihan dapat merusak sistem daya tahan tubuh. Perokok memiliki risiko tinggi untuk mengalami infeksi paru, seperti bronkitis dan pneumonia. Sementara untuk perokok yang juga pecandu alkohol, risiko untuk terkena infeksi paru akan semakin besar.

Perbedaan Teknik Informatika, Sistem Informasi dan Teknik Komputer

Para siswa dan siswi masih membutuhkan lebih banyak informasi tentang jurusan-jurusan yang ada di Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta. Mengapa? Karena siswa dan siswi harus mengetahui tentang jurusan kuliah yang akan mereka pilih nantinya. Selain itu, beberapa jurusan juga banyak yang dianggap sama, padahal tidak sepenuhnya sama dan pasti memiliki perbedaan dari jurusan tersebut.

Jurusan Teknik Informatika berkonsentrasi terhadap perancangan dan pengembangan suatu perangkat lunak dan aplikasi. Selain itu, mahasiswa jurusan Teknik Informatika dituntut untuk memiliki kemampuan dalam algoritma komputasi. Kalau di jurusan Sistem Informasi mempelajari tentang pengembangan pada sebuah sistem informasi. Mahasiswa jurusan Sistem Informasi dituntut untuk memiliki kemampuan dalam merancang, mengembangkan, dan menerapkan sebuah sistem informasi.

Mata kuliah yang dipelajari di jurusan Teknik Informatika bersifat teknis, contohnya seperti perhitungan, bahasa pemprograman, pengembangan aplikasi dan perangkat lunak. Kalau mata kuliah di jurusan Sistem Informasi itu tentang bahasa pemprograman, tetapi yang membedakannya yaitu terdapat mata kuliah yang bersifat pada pengembangan sistem dan manajemen.

Lulusan Teknik Informatika umumnya akan mendapatkan gelar S.T. (Sarjana Teknik) atau S.TI. (Sarjana Teknologi Informasi). Sedangkan untuk lulusan Sistem Informasi umumnya akan mendapatkan gelar S.SI. (Sarjana Sistem Informasi). Tapi terkadang ada beberapa kampus yang memberi gelar yang sama pada lulusan Teknik Informatika dan Sistem Informasi yaitu S.Kom. (Sarjana Komputer). Selain itu, lulusan jurusan Teknik Informatika juga biasanya akan ditempatkan pada bagian pemprograman, pembuatan aplikasi, pengembangan aplikasi, bahkan pengembangan artificial intelligence. Kalau lulusan dari jurusan Sistem Informasi akan ditempatkan pada bagian pengembangan sistem, implementasi sistem informasi, dan maintenance sistem.

Jurusan Teknik Komputer mempelajari tentang perancangan, pembangunan komputer dan sistem berbasis komputer. Topik yang dipelajari seperti perangkat keras, perangkat lunak, sistem komunikasi, serta interaksi antara semua elemen tersebut. Sistem pendidikannya lebih banyak tentang pendekatan rekayasa atau terapan (engineering) dari pada ilmiah (science).

Mahasiswa di jurusan Teknik Komputer lebih banyak mempelajari perancangan sistem perangkat keras dijital, termasuk komputer dan sistem telekomunikasi. Perangkat lunak tetap dipelajari, tetapi hanya pada interaksinya dengan perangkat keras.

Dengan perkembangan era Internet of Things, ide-ide kreatif pemanfaatan komputer menjadi sangat menarik. Berbagai perusahaan startup di luar negeri saling berlomba membuat perangkat yang unik, dengan cara menggabungkan hardware dan software. Lulusan dari jurusan ini, nantinya akan bekerja sebagai System EngineerNetwork EngineerEmbedded System EngineerR&D EngineerRobotics EngineerControl Engineer, dan IT Consultant.

 

Sumber : duniailkom.com dan idntimes.com

Fakta dan Mitos di Jurusan Pariwisata

Pariwisata adalah salah satu bidang yang terus tumbuh. Bahkan akhir-akhir ini, pertumbuhan bidang pariwisata sangat pesat dengan adanya berbagai program acara di televisi maupun promosi di sosial media. Nah, kalau kamu tertarik dan mempunyai minat di jurusan ini, yuk ketahui dulu konfirmasi isu tentang fakta dan mitos dari jurusan Pariwisata.

  1. Mahasiswa pariwisata tau tentang semua objek wisata dan perhotelan

Hal ini Mitos! Banyak pasti yang berpikir bahwa anak jurusan Pariwisata selalu tau tentang objek wisata dan perhotelan, padahal kenyataannya tidak loh! Mahasiswa dari jurusan Pariwisata, tidak semuanya mengetahui objek wisata ataupun tentang perhotelan. Mengapa? Karena objek wisata dan perhotelan itu sangat banyak sekali, dan terus bertambah di setiap tahun dan bahkan bertambah setiap minggunya.

  1. Kuliah di jurusan Pariwisata itu mahal

Hal ini Fakta! Memang berkuliah di jurusan Pariwisata terbilang cukup mahal, karena biaya operasional untuk mengajar sambil jalan-jalan itu tidak murah, tapi kamu bisa lihat di kampus yang lain, ternyata beberapa kampus banyak yang mengeluarkan biaya kuliah jurusan Pariwisata tidak terlalu mahal. Mungkin kalau di kampus yang mengeluarkan biaya mahal memang segmentasinya tinggi. Hal tersebut mengakibatkan efek stereotip yang menyatakan bahwa masuk jurusan pariwisata adalah mahal.

  1. Berkuliah di jurusan ini mudah

Hal ini Mitos! Mahasiswa jurusan Pariwisata harus membuat jurnal tentang kasus pariwisata dalam negeri, atau disebut Domestic case study (DCS) dimana mahasiswanya harus melakukan studi kasus di seluruh Indonesia untuk menganalisis objek wisata di tempat tersebut, selanjutnya semester IV harus FCS, atau Foreign Case Study, yang mengharuskan mereka berangkat keluar negeri untuk membandingkan objek wisata di luar negeri dengan di Indonesia. Selain itu, ada kegiatan magang di dinas pariwisata, bandara, imigrasi, hotel, tour and travel, dan industri pariwisata lain selama 3 bulan, atau bisa diganti dengan Job Arientasi ke luar negeri selama 6 bulan. Selanjutnya harus KKN-Pariwisata, Proposal Skripsi, Seminar, dan Ujian akhir dan harus di ulang dari awal kalau bermasalah. Jadi kuliah di jurusan ini tidak mudah ya!

  1. Mahasiswanya sering berwisata

Hal ini juga Mitos! Tidak selamanya anak pariwisata itu kerjaannya berwisata atau jalan-jalan, karena di semester 1 mahasiswanya selalu belajar di dalam ruangan kelas. Di jurusan Pariwisata juga sistem perkuliahannya sama seperti jurusan lain.

  1. Selalu membaca buku tentang objek wisata saja

Hal ini Mitos! Hampir semua buku dipakai oleh mahasiswa jurusan Pariwisata, karena ketika mengembangkan sebuah tujuan wisata, atau objek wisata, kita harus belajar semuanya tentang unsur-unsur yang ada di dalam kawasan wisata seperti, sosial budaya, lingkungan, masyarakat, ekonomi, manajemen, keuangan, komunikasi, pemasaran, dan tata ruang. Hampir semua lingkup kajian keilmuan dipelajari. Jadi, buku-buku tentang kunjungan ke objek wisata itu hanya untuk hiburan saja.

  1. Mahasiswanya berpenampilan elegan

Hal ini Fakta! Mahasiswa jurusan Pariwisata memang selalu berpenampilan elegan saat pergi ke kampus. Mereka menggunakan celana kain, kemeja, dasi, jas, pantofel, dan penataan rambut yang rapih.