Fakta dan Mitos di Jurusan Pariwisata

Pariwisata adalah salah satu bidang yang terus tumbuh. Bahkan akhir-akhir ini, pertumbuhan bidang pariwisata sangat pesat dengan adanya berbagai program acara di televisi maupun promosi di sosial media. Nah, kalau kamu tertarik dan mempunyai minat di jurusan ini, yuk ketahui dulu konfirmasi isu tentang fakta dan mitos dari jurusan Pariwisata.

  1. Mahasiswa pariwisata tau tentang semua objek wisata dan perhotelan

Hal ini Mitos! Banyak pasti yang berpikir bahwa anak jurusan Pariwisata selalu tau tentang objek wisata dan perhotelan, padahal kenyataannya tidak loh! Mahasiswa dari jurusan Pariwisata, tidak semuanya mengetahui objek wisata ataupun tentang perhotelan. Mengapa? Karena objek wisata dan perhotelan itu sangat banyak sekali, dan terus bertambah di setiap tahun dan bahkan bertambah setiap minggunya.

  1. Kuliah di jurusan Pariwisata itu mahal

Hal ini Fakta! Memang berkuliah di jurusan Pariwisata terbilang cukup mahal, karena biaya operasional untuk mengajar sambil jalan-jalan itu tidak murah, tapi kamu bisa lihat di kampus yang lain, ternyata beberapa kampus banyak yang mengeluarkan biaya kuliah jurusan Pariwisata tidak terlalu mahal. Mungkin kalau di kampus yang mengeluarkan biaya mahal memang segmentasinya tinggi. Hal tersebut mengakibatkan efek stereotip yang menyatakan bahwa masuk jurusan pariwisata adalah mahal.

  1. Berkuliah di jurusan ini mudah

Hal ini Mitos! Mahasiswa jurusan Pariwisata harus membuat jurnal tentang kasus pariwisata dalam negeri, atau disebut Domestic case study (DCS) dimana mahasiswanya harus melakukan studi kasus di seluruh Indonesia untuk menganalisis objek wisata di tempat tersebut, selanjutnya semester IV harus FCS, atau Foreign Case Study, yang mengharuskan mereka berangkat keluar negeri untuk membandingkan objek wisata di luar negeri dengan di Indonesia. Selain itu, ada kegiatan magang di dinas pariwisata, bandara, imigrasi, hotel, tour and travel, dan industri pariwisata lain selama 3 bulan, atau bisa diganti dengan Job Arientasi ke luar negeri selama 6 bulan. Selanjutnya harus KKN-Pariwisata, Proposal Skripsi, Seminar, dan Ujian akhir dan harus di ulang dari awal kalau bermasalah. Jadi kuliah di jurusan ini tidak mudah ya!

  1. Mahasiswanya sering berwisata

Hal ini juga Mitos! Tidak selamanya anak pariwisata itu kerjaannya berwisata atau jalan-jalan, karena di semester 1 mahasiswanya selalu belajar di dalam ruangan kelas. Di jurusan Pariwisata juga sistem perkuliahannya sama seperti jurusan lain.

  1. Selalu membaca buku tentang objek wisata saja

Hal ini Mitos! Hampir semua buku dipakai oleh mahasiswa jurusan Pariwisata, karena ketika mengembangkan sebuah tujuan wisata, atau objek wisata, kita harus belajar semuanya tentang unsur-unsur yang ada di dalam kawasan wisata seperti, sosial budaya, lingkungan, masyarakat, ekonomi, manajemen, keuangan, komunikasi, pemasaran, dan tata ruang. Hampir semua lingkup kajian keilmuan dipelajari. Jadi, buku-buku tentang kunjungan ke objek wisata itu hanya untuk hiburan saja.

  1. Mahasiswanya berpenampilan elegan

Hal ini Fakta! Mahasiswa jurusan Pariwisata memang selalu berpenampilan elegan saat pergi ke kampus. Mereka menggunakan celana kain, kemeja, dasi, jas, pantofel, dan penataan rambut yang rapih.