Mengatasi Insomnia Untuk Para Pelajar

Insomnia adalah kondisi sulit untuk tidur nyenyak. Kondisi ini bisa menjadi kronis sehingga membuat kamu sama sekali tidak bisa tidur. Jika mengalami insomnia, biasanya akan bangun tidur dalam keadaan lelah, akibatnya aktivitas di keesokan harinya akan terganggu.

Gangguan tidur memiliki dua tipe, yaitu tipe primer dan sekunder. Tipe primer menandakan bahwa insomnia sebagai penyakit yaitu muncul dengan sendirinya tidak terkait dengan kondisi medis apa pun. Sedangkan tipe sekunder menandakan sebagai gejala yang muncul akibat adanya kondisi medis lain.

Tidur adalah kebutuhan yang harus kamu penuhi agar sistem dalam tubuh dapat bekerja secara normal. Jika gangguan tidur terus terjadi, bukan hanya kesehatan fisik yang akan berdampak negative, tetapi kesehatan jiwa juga ikut terganggu yang menyebabkan kualitas hidup orang dengan gangguan tidur menjadi menurun . Beberapa beberapa hal yang akan terjadi jika kamu sering mengalami insomnia :

  • Prestasi di sekolah di tempat kerja akan menurun
  • Reaksi untuk merespons jadi lebih lambat, sehingga berisiko tinggi dengan kecelakaan
  • Dapat mengembangkan penyakit kejiwaan, seperti depresi dan gangguan kecemasan
  • Meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi (hipertensi) atau penyakit jantung karena jam biologis tubuh berubah

Melakukan perubahan gaya hidup bisa mengurangi insomnia dan waktu tidur menjadi lebih baik. Berikut gaya hidup sehat yang dapat membantu kamu saat insomnia :

  • Olahraga rutin

Olahraga dapat menyehatkan tubuh secara menyeluruh. Aktivitas ini membuat kamu jadi lebih waspada, mempercepat metabolisme, dan mengurangi stress dengan melakukan secara rutin selama 30 menit sebanyak 5 kali seminggu.

  • Jangan makan malam

Jam makan malam tidak boleh mendekati waktu tidur. Makan malam bisa menyebabkan berat badan naik karena kalori yang tidak digunakan secara maksimal untuk beraktivitas, perut juga akan terasa kenyang. Dari hal tersebut, kamu akan kesulitan untuk tidur dan perut terasa penuh.

  • Hindari kafein dan alkohol

Makanan atau minuman yang mengandung kafein jika diminum di waktu yang tidak tepat bisa menyebabkan insomnia. Selain itu, alkohol juga bisa membuat kamu terus membuang air kecil di tengah malam, sehingga tidur jadi tidak nyenyak.

Sumber : hellosehat.com

 

 

Tips Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Saat ini sedang mewabah Virus Corona atau COVID-19 yang sudah menyebar di berbagai negara termasuk di Indonesia. Virus ini menyebar begitu cepat setiap hari dan sudah banyak korbannya. Selain itu, COVID-19 juga menyerang manusia yang mempunyai daya tahan tubuh lemah. Maka dari itu, masyarakat Indonesia harus memounya daya tahan tubuh yang tinggi. Berikut tips meningkatkan daya tahan tubuh.

  1. Melakukan yoga

Kegiatan yoga akan membuat kamu menjadi lebih rileks dan juga bisa meningkatkan stamina. Jika dilakukan secara rutin, aktivitas ini dapat meningkatkan ketahanan tubuh serta mengurangi stres dan juga lelah.

  1. Memperbanyak makan sayur dan buah

Menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, cobalah untuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah. Penelitian menunjukkan, orang yang banyak mengonsumsi sayur dan buah, cenderung tidak mudah sakit. Mengapa? Karena vitamin dan mineral yang terkandung dalam sayur dan buah mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus dan bakteri penyebab penyakit.

  1. Mengkonsumsi suplemen atau vitamin

Mengonsumsi suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Konsumsi suplemen mungkin dapat menjadi pilihan untuk melengkapi pola makan yang kurang bernutrisi. Selain itu, mempertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen peningkat imunitas tubuh, perhatikan kandungan yang terdapat pada suplemen tersebut seperti Echinacea, Morinda citrifolia atau buah mengkudu, Phylantus atau daun meniran, Mengandung vitamin B6, C, dan E.

  1. Rutin berolahraga

Rutin berolahraga selama 30 menit setiap hari, untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi. Salah satu olahraga yang mudah untuk dilakukan adalah berjalan kaki dan jogging.

  1. Hindari rokok dan alcohol

Mengkonsumsi rokok dan alkohol secara berlebihan dapat merusak sistem daya tahan tubuh. Perokok memiliki risiko tinggi untuk mengalami infeksi paru, seperti bronkitis dan pneumonia. Sementara untuk perokok yang juga pecandu alkohol, risiko untuk terkena infeksi paru akan semakin besar.