Jurusan Kuliah Untuk Anak SMK

SMK yaitu singkatan dari Sekolah Menengah Kejuruan yang mempersiapkan para siswanya untuk siap bersaing dilapangan pekerjaan. Siswa di SMK memang bisa langsung bekerja setelah lulus dari sekolah tanpa harus melanjutkan ke jenjang ke Perguruan Tinggi. Pada zaman sekarang siswa dan siswi lulusan dari SMK sudah banyak yang melanjutkan pendidikan ke jenjang Perguruan Tinggi. Berikut beberapa rekomendasi jurusan kuliah untuk anak SMK.

  1. Akuntansi

Jurusan Akuntansi menjadi salah satu jurusan terfavorit dengan prospek kerja yang sangat luas. Setiap perusahaan negeri ataupun swasta di Indonesia maupun di luar negeri memerlukan lulusan akuntansi untuk menghitung untung dan rugi laba. Laporan tersebut digunakan untuk evaluasi perusahaan.

  1. Multimedia

Jurusan Multimedia ini berhubungan dengan pengembangan web, multimedia, permainan/game, dan produksi sinema sedang banyak dibutuhkan oleh berbagai industri media seperti TV, radio, dan web desain.

  1. Marketing/Pemasaran

Jurusan ini memperlajari tentang cara mempromosikan barang dan jasa kepada pelanggan dan berfokus pada periklanan dan penjualan. Dengan perkembangan teknologi saat ini sudah meningkatnya popularitas media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan YouTube, dunia marketing sekarang ini sedang mengalami perubahan. Maka dari itu, kegiatan marketing atau pemasaran bisa dilakukan di media sosial untuk menarik pelanggan.

  1. Perbankan

Jurusan perbankan hampir sama dengan akuntansi, yaitu untuk membekali mahasiswanya dengan keahlian hitung-menghitung. Namun, jurusan Perbankan ini perbedaannya lebih mengarah pada kegiatan yang berhubungan dengan bank, seperti perhitungan uang, pembukuan, dan dokumentasi.

  1. Jurnalistik

Jurusan Jurnalistik ini termasuk dari Fakultas Ilmu Komunikasi. Jurusan ini mempelajari seputar kegiatan mencari, mengolah, dan menyebarluaskan berita kepada khalayak melalui media massa. Jurusan Jurnalistik juga akan mempelajari seputar teknik mencari, menulis, dan menyunting berita, dan bagaimana pula berita tersebut didistribusikan malalui berbagai media cetak dan elektronik.

  1. Animasi

Pada zaman sekarang dunia animasi sedang mengalami perkembangan yang cukup pesat. Maka dari itu, jurusan Animasi sedang memperbanyak membuat karya tentang berbagai macam produk animasi yang menarik. Profesi sebagai animasi sering disebut sebagai animator. Seorang Animator memerlukan waktu berbulan-bulan hanya untuk menyelesaikan satu episode atau satu bagian film untuk membuat animasi di setiap adegan.

  1. Pariwisata

Jurusan Pariwisata adalah jurusan yang berkaitan dengan manajemen destinasi, tour and travel, dan perhotelan. Para lulusan jurusan ini nantinya harus bisa memberikan pelayanan hospitalitas yang berkualitas. Selain itu, mahasiswanya harus memiliki ketertarikan pada kebudayaan Indonesia dan juga bisnis.

  1. Administrasi Perkantoran

Jurusan Administrasi Perkantoran mempelajari berbagai hal yang berhubungan dengan administrasi, dimulai dari surat-menyurat, pengarsipan, hingga tata cara dan etika kerja di kantor. Lulusan administrasi perkantoran dapat bekerja di perusahaan pemerintahan maupun swasta.

  1. Tata Boga

Jurusan Tata Boga mempelajari tentang teknik penyajian makanan dengan memperhatikan kualitas, rasa, estetika, dan kebutuhan gizi. Selain itu, kamu akan belajar mengolah berbagai hidangan yang unik dari berbagai daerah dan negara.

  1. Tata Busana

Jurusan Tata Busana mahasiswanya akan mempelajari tentang keahlian menggambar, menggunting pola pakaian, memilih bahan, dan membuat pakaian. Selain itu, kamu juga akan mempelajari bagaimana cara memasarkan produk, cara melihat trend fashion, menciptakan trend fashion, dan menggunakan teknologi untuk menyelesaikan karya fashion.

Fakta Menarik Jurusan Kedokteran

Di setiap Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta selalu yang menjadi banyak peminatnya yaitu jurusan Kedokteran. Diterima dan berkuliah di jurusan Kedokteran menjadi suatu kebanggaan untuk diri sendiri dan kedua orang tua. Namun, terbilang sangat sulit untuk diterima di jurusan Kedokteran, tetapi dengan usaha yang seimbang pasti kamu akan bisa masuk ke jurusan ini. Berikut beberapa fakta menarik tentang jurusan Kedokteran.

1. Kuliah di jurusan Kedokteran sangat panjang prosesnya
Berkuliah di jurusan Kedokteran itu tidak hanya sekedar berkuliah sekitar 4 tahun terus lulus saja. Di jurusan Kedokteran terdapat kuliah Preklinik atau seperti kuliah biasa pada umumnya sekitar 3,5 atau 4 tahun mungkin juga ada yang lebih. Setelah kuliah Preklinik selesai, kamu memiliki gelar S.Ked (Sarjana Kedokteran).
Di jurusan Kedokteran memerlukan koas (coass = co assiten) atau praktik di rumah sakit selama 1,5 atau 2 tahun, untuk mengaplikasikan teori yang didapat selama Preklinik tadi. Lulus dari koas kamu akan melakukan sumpah untuk mendapatkan bergelar dr. (dokter). Selain itu, masih ada yang wajib dilakukan yaitu Internship. Internship di jurusan Kedokteran ini langsung turun ke lapangan dan bertemu dengan masyarakat banyak. Internship ini sama seperti KKN tetapi waktunya lebih lama harus menyelesaikan selama 1 tahun. Setelah itu baru bisa bebas berpraktik.
Mahasiswa Kedokteran memerlukan proses yang panjang untuk menjadi dokter umum sekitar 6 tahun. Selain itu, kalau kamu ingin mengambil spesialis, harus melaksanakan sekolah bertahun-tahun tergantung spesialisasi apa yang akan diambil, contohnya seperti Spesialis Tulang sekolahnya 5 tahun, spesialis anak 4 tahun, radiologi 2 tahun dan tergantung universitasnya juga.

2. Menjadi mahasiswa Kedokteran itu terbilang sulit
Di jurusan Kedokteran harus menghafal nama latin anatomi atau struktur tubuh yang terbilang sangat banyak sekali materinya. Selain itu, kamu juga harus mengerti dengan gambaran abrstrak histologi (jaringan) tubuh di mikroskop yang tidak berbentuk, mempelajari juga apa yang terlihat dari luar seperti mata, kulit, telinga tapi kita juga mempelajari yang tidak terlihat seperti jantung, usus, rahim, anatomi, histologi dan fisiologinya. Di jurusan ini juga mempelajari tentang cara sel berkomunikasi sampai tingkat gen dan DNA. Mahasiswa Kedokteran tidak hanya pintar di teori saja, tapi harus mahir di praktik/skill. Jurusan Kedokteran juga mengharuskan mahasiswanya belajar mengenai cara berkomunikasi yang baik, melakukan pemeriksaan benar, bersikap ramah, dan penolong.

3. Menjalankan rutinitas yang sibuk
Mahasiswanya sangat sibuk dengan kehidupan akademik perkuliahan, mulai dari pretes, postes, responsi (ujiannya praktikum), turun ke puskesmas, Ujian Blok (di kedokteran sistem pembelajarannya perblok), dan Ujian Skill atau OSCE. Mahasiswa Kedokteran juga sangat sulit untuk diajak bertemu atau bermain diluar kampus.

4. Mata kuliah di Kedokteran banyak hafalan
Di Jurusan Kedokteran memang mata kuliah banyak hafalan yang harus kamu pelajari setiap harinya. Hafalan tersebut banyak sekali yang mengandung kata-kata istilah atau bahasa kedokteran yang nantinya kalau kamu sudah jadi dokter wajib hafal kata-kata tersebut. Selain itu, di Kedokteran juga banyak hitungan yang akan dipelajari.

5. Menjadi mahasiswa Kedokteran harus berpenampilan rapih dan sopan
Berkuliah di Kedokteran ada beberapa peraturan bahkan tentang berpakaian. Mahasiswanya harus pakai kemeja atau baju berkerah. Perempuan menggunakan rok dan tidak boleh memakai celana apalagi jeans. Kalau laki-laki yang penting memakai celana panjang. Selain itu, harus menggunakan sepatu tidak boleh sandal. Ini hanya berlaku saat jam kuliah saja, jadi saat diluar kelas bebas bisa menggunakan apa saja. Sejak semester awal kuliah mahasiswa Kedokteran sudah dikenalkan mata kuliah bioetik yang materinya tentang etika-etika seorang dokter, dan banyaknya tuntutan dari senior dan juga dokter-dokter yang ada di kampus. Dari hal tersebutlah yang mengharuskan mahasiswa Kedokteran harus berpenampilan rapih dan sopan.

6. Mahasiswanya para pejuang yang tangguh
Kita semua sangat mengetahui bahwa untuk lulus dari jurusan Kedokteran adalah hal yang sangat sulit, baik dari jalur rapor maupun jalur tulis. Maka dari hal tersebut, mahasiswa Kedokteran menjadi para pejuang-pejuang tangguh, baik sebelum masuk kampus dan selama survive di kampus.

7. Tidak mengutamakan UKM
Mahasiswa Kedokteran tidak mengutamakan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dan sangat jarang sekali mahasiswa Kedokteran aktif dalam UKM. Mengapa? Karena mahasiswa Kedokteran memiliki jadwal kuliah yang padat, praktikum, mentoring. Sebenarnya mereka bukan tidak bisa melakukan berbagai event kampus, tetapi mereka belum memprioritaskan semua hal tentang kegiatan yang diadakan di kampus seperti BEM, BPM, HIMA, maupun UKM. Selain itu, mahasiswa Kedokteran juga tidak ingin mengikuti kegiatan-kegiatan yang kurang mendukung mengenai progress perkuliahannya.

Sumber: faktakampus.com

Sekolah Kedinasan Terfavorit di Indonesia

Setiap tahunnya sudah sangat banyak sekali yang berminat masuk ke Sekolah Kedinasan yang ada di Indonesia. Dibandingan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), ternyata para siswa banyak yang berimnat memilih ke Sekolah Kedinasan. Dari hal tersebut, Sekolah Kedinasan mempunyai banyak kelebihan seperti beberapa sekolah kedinasan memiliki kebijakan untuk biaya pendidikan gratis, jaminan ikatan dinas, dan setelah lulus langsung bekerja. Berikut beberapa Sekolah Kedinasan terfavorit di Indonesia.

  1. STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)

STAN berdiri sejak tahun 1952 yang sering disebut dengan PKN STAN atau Politeknik Keuangan Negara STAN. Selain itu, STAN juga menjadi sekolah kedinasan terbaik dan favorit setiap tahunnya. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara ini merupakan pendidikan tinggi kedinasan yang berada di bawah Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Kementerian Keuangan RI. STAN sangat menarik minat para calon mahasiswa baru karena selama pendidikan tidak dipungut biaya dan tidak asrama. STAN ini sudah menjadi ikatan dinas dan setelah lulus akan langsung diangkat menjadi CPNS.

  1. AKMIL (Akademi Militer)

Akademi Militer adalah pendidikan TNI angkatan darat yang berada di Kota Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. AKMIL akan mencetak lulusan perwira TNI angkatan darat dengan gelar S.ST.Han (Sarjana Terapan Pertahanan). Setelah lulus dari Akademi Militer, maka lulusannya akan menjadi perwira pertama dengan pangkat Letda (Letnan Dua).

  1. AKPOL (Akademi Polisi)

Akademi Kepolisian adalah suatu lembaga pendidikan tinggi dan lulusannya akan menjadi perwira POLRI. Pendidikan AKPOL berada di Kota Semarang, Jawa Tengah. Pendidikan di AKPOL dilaksanakan selama 4 tahun dan setelah lulus akan mendapatkan pangkat Ipda (Inspektur Polisi Dua) serta akan mendapatkan gelar S.TK (Sarjana Terapan Kepolisian). Selain itu, agar bisa masuk sebagai taruna Akademi Polisi harus menjalani berbagai macam tahapan tes seperti tes akademis, tes fisik, tes psikologi, dan tes kesehatan.

  1. STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik)

STIS merupakan perguruan tinggi kedinasan yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik sejak tahun 1958. STIS dikhususkan untuk lulusan dari jurusan IPA agar nantinya didik menjadi ahli statistik. Lulusan STIS akan mendapatkan gelar S.ST. (Sarjana Sains Terapan). Jurusan Statistika terbagi menjadi 2 peminatan diantaranya, yang pertama, Statistika Ekonomi yang mampu melaksanakan kegiatan dan analisis data statistik mengenai perekonomian. Sedangkan yang kedua, Statistika Sosial Kependudukan yang mempelajari statistika tertapa di bidang kependudukan, statistik sosial, dan demografi. Selain itu, terdapat jurusan Komputasi Statistik mempelajari mengenai teknik pengolahan data, analisis data, membuat program, dan menyusun sistem informasi statistik.

  1. STPI (Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia)

Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia adalah sekolah kedinasan yang berada di bawah Kementerian Perhubungan Indonesia dan didirikan di Jakarta pada tahun 1952. Sebelum menjadi STPI, awalnya bernama API (Akademi Penerbangan Indonesia). Di STPI untuk menjadi taruna, kamu harus melewati rangkaian tahapan seleksi yang meliputi tes akademik, tes kesehatan, psikotes, dan seleksi wawancara. Setelah lulus, alumni STPI bisa bekerja di berbagai perusahaan maskapai pernerbangan, perusahaan penyedia lalu lintas udara, dan peerusahaan pengelola bandara.

  1. STTD (Sekolah Tinggi Transportasi Darat)

Sekolah Tinggi Transportasi Darat adalah perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Perhubungan yang menyelenggarakan pendidikan berbasis akademik dan vokasi dalam bidang transportasi darat. Kampus STTD sendiri berada di Bekasi, Jawa Barat. Awalnya, kampus ini bernama Akademi Lalu Lintas atau AAL, namun sejak tahun 2000 berubah nama menjadi STTD dan berada di bawah Departemen Perhubungan. Selain itu, kalau kamu ingin menjadi taruna/taruni di STTD harus melewati berbagai tahapan seleksi meliputi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Tes Akademik, Psikotes, serta Tes Kesamaptaan dan Wawancara.

  1. IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri)

Institut Pemerintahan Dalam Negeri adalah suatu lembaga pendidikan tinggi kedinasan yang berada di lingkungan Departemen Dalam Negeri RI dan bertujuan untuk mempersiapkan kader pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah. IPDN ini berada di Jatinangor, kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Selain itu, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini merupakan gabungan dari STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri) dan IIP (Institut Ilmu Pemerintahan).

8. STIN (Sekolah Tinggi Intelijen Negara)

Sekolah Tinggi Intelijen Negara adalah suatu sekolah tinggi kedinasan yang berada di bawah Badan Intelijen Negara yang terletak di daerah Sentul, Bogor, Jawa Barat. Di STIN para taruna akan diajarkan mengenai ilmu intelijen, dan ditempa fisik dan mental. Berdirinya STIN bertujuan untuk menyiapkan mahasiswanya menjadi anggota masyarakat intelijen yang memiliki kemampuan akademik dan keahlian profesional, sehingga dapat menerapkan dan mengembangkan ilmu intelijen, ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni bidang intelijen.

Sumber: kampusaja.com

 

Beasiswa yang Tersedia di Perguruan Tinggi

Beasiswa adalah pemberian bantuan keuangan yang diberikan kepada perorangan yang bertujuan untuk digunakan demi keberlangsungan pendidikan yang sedang ditempuh. Beasiswa dapat diberikan oleh lembaga pemerintah, perusahaan ataupun yayasan. Pada zaman sekarang sudah banyak sekali beasiswa yang bisa kamu coba di Perguruan Tinggi, SMA dan bahkan di SMP. Sekarang ini, banyak sekali jenis beasiswa yang bisa kamu dapatkan di kampus, terutama bagi mahasiswa D3, D4 atau S1. Beasiswa juga tidak dikhususkan untuk orang yang kurang mampu saja, tapi semua orang bisa mencoba dan mendaftar beasiswa di Perguruan Tinggi masing-masing. Berikut macam-macam beasiswa yang tersedia di Perguruan Tinggi.

  1. Beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik)

Beasiswa PPA 2019 dan BPP PPA 2019 ditujukan bagi mahasiswa aktif yang berkuliah di jenjang S1/D4 atau mahasiswa D3. Teknis beasiswa PPA 2019 – 2020 tidak jauh berbeda dengan periode sebelumnya yaitu seperti pendaftaran ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi. Penerima beasiswa dan bantuan biaya pendidikan PPA akan memperoleh dana sebesar Rp 400 ribu/bulan. Beasiswa tersebut diberikan untuk pertamakalinya di periode tahun angggaran berjalan sekurangnya selama 6 bulan. Pengajuan beasiswa PPA dan BPP-PPA cukup mudah, karena mahasiswa bisa langsung mendaftar di kampus masing-masing.

  1. Beasiswa Bidikmisi

Beasiswa Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dikhususkan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik yang baik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi unggulan. Beasiswa Bidikmisi akan menanggung biaya perkuliahan sampai lulus dengan syarat kelulusan tersebut harus tepat waktu. Beasiswa ini diselenggarakan sejak tahun 2010.

  1. Beasiswa BBM (Bantuan Biaya Mahasiswa)

Beasiswa Bantuan Biaya Mahasiswa (BBM) juga sama seperti beasiswa lainnya yaitu beasiswa ini disediakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, tetapi ditujukan untuk membantu ekonomi mahasiswa terlepas dari prestasinya. Beasiswa Bantuan Biaya Mahasiswa (BBM) tidak jauh berbeda dengan PPA, hanya memiliki syarat tambahan yaitu:

  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2.5
  • Surat keterangan tidak mampu yang dikeluarkan oleh lurah/kepala desa
  1. Djarum Beasiswa Plus

Djarum beasiswa plus adalah salah satu beasiswa kuliah yang populer di Indonesia. Djarum Foundation sudah berkontribusi di dunia pendidikan sejak tahun 1984. Djarum Beasiswa Plus adalah beasiswa kuliah yang diberikan untuk mahasiswa berprestasi tinggi di Indonesia. Penerima beasiswa kuliah yang satu ini sering disebut dengan Beswan Djarum. Beswan Djarum akan mendapatkan dana beasiswa selama satu tahun sebesar Rp. 750.000 setiap bulan, dan juga mendapatkan berbagai macam pelatihan untuk meningkatkan soft skill, seperti Nation Building, Character Building, Leadership Developmet, Competition Challenger, dan International Exposure.

  1. Beasiswa BCA Finance

Beasiswa BCA Finance merupakan beasiswa Peduli Anak Bangsa yang dikhususkan untuk kuliah S1 bagi mahasiswa di PTN maupun PTS yang sudah memasuki semester dua. Beasiswa kuliah ini diberikan berupa uang sebesar Rp3.000.000 persemester. Uang tersebut akan diberikan hingga semester 8 perkuliahan. Persyaratan agar bisa mendapatkan beasiswa BCA Finance ini yaitu mahasiswa PTN memiliki IPK minimal 3.00 sedangkan PTS dengan IPK minimal 3.40 dan aktif  berorganisasi.

  1. Beasiswa Sampoerna Foundation

Beasiswa Sampoerna Foundation adalah beasiswa yang diberikan oleh PT. HM Sampoerna Tbk, melalui Sampoerna Foundation. Beasiswa kuliah yang satu ini memiliki tujuan untuk membantu para pelajar di seluruh Indonesia yang memiliki prestasi cemerlang. Salah satu kriteria yang diharapkan dari penerima beasiswa kuliah Sampoerna Foundation adalah pelajar yang memiliki semangat tinggi untuk membangun negeri. Selain itu, beasiswa ini akan memberikan biaya tidak hanya mencakup biaya kuliah penuh selama 4 tahun saja, tapi memberikan uang saku, buku dan juga tunjangan biaya internet.