Tips Anti-Homesick Saat Kuliah di Luar Kota

Sebagian banyak anak rantau, pasti tidak lepas dari penyakit homesick. Bagi kamu yang pergi merantau untuk berkuliah diluar kota maupun di luar daerah, rasa rindu kepada orang tua dan keluarga memang selalu datang setiap hari. Terlalu sering mengalami homesick, kamu sudah menganggapnya sebagai rutinitas yang harus dinikmati. Berikut beberapa tips mengatasi homesick saat berkuliah di luar kota.

  1. Berkumpul dengan teman-teman

Saat kamu merasa sendiri, cobalah berkumpul dengan teman-teman. Hal tersebut memang terbukti sangat ampuh agar mengurangi rasa kesepian. Banyak teman membuat hari-hari kamu penuh kebahagiaan dan keceriaan. Sering berkumpul dengan teman-teman, kamu pun tidak akan lagi bersedih jauh dari orang tua dan keluarga.

  1. Mengikuti kegiatan mahasiswa

Cara yang lebih ampuh untuk mengatasi homesick yaitu harus sering menyibukkan diri di tanah rantau. Caranya, ikutilah kegiatan mahasiswa yang memiliki nilai positif untuk kedepannya, seperti mengikuti berbagai komunitas, panitia acara kampus atau terlibat dalam himpunan jurusan. Mengikuti hal tersebut selain mengatasi homesick juga bisa menambah kemampuan komunikasi serta menyalurkan bakat kamu.

  1. Berkunjung ke rumah saudara yang letaknya tidak jauh dari kampus

Sebagian besar perantau pasti mempunyai kerabat terdekat yang tinggal satu kota. Jangan ragu untuk berkunjung sehari sampai dua hari ke rumah mereka, agar bisa mengurangi rasa homesick kamu.

  1. Sering menelfon orang tua

Jangan lupa untuk menelfon orang tua dan berikan selalu kabar setiap harinya, hal ini akan mengatasi homesick kamu. Selain menelfon, cobalah untuk melakukan video call dengan orang tua kamu agar bisa saling melihat satu sama lain walaupun melalui video call.

  1. Memasang foto keluarga di kamar kosan

Memandangi foto keluarga yang terpajang di dinding atau meja kamar kosan, akan mengobati homesick kamu juga loh. Tidak hanya itu saja, ingat-ingat kembali momen sesaat sebelum foto itu diambil, bagaimana keluarga kamu berkumpul dan menghabiskan waktu untuk bercanda. Jika kamu tidak bisa bertemu dengan mereka, paling tidak ada foto mereka sedang tersenyum yang menggantikannya.

  1. Mencoba memasak makanan rumah

Anak rantau yang ingin makan masakan seperti di rumah, biasanya mereka menjadi seorang pemasak ulung saat sudah merantau. Menu apa saja yang sering dimasak oleh anak rantau? Makanan dengan resep khusus ala sang ibunda. Cobalah untuk meminta kirimin resep kepada ibu, agar bisa membuatnya sendiri di tempat kosan. Walaupun rasanya tidak terlalu sama dengan buatan ibu, yang penting saat kamu menyantapnya, seolah-olah ibu kamu sendirilah yang memasakkannya.

  1. Mengunjungi tempat indah di tanah rantau

Mencoba eksplorasi alam di sekitar tempat kampus kamu bersama teman-teman. Pasti banyak keindahan yang membuat kamu terkagum-kagum dan kamu pun akan merasa tidak sia-sia telah pergi jauh dari rumah dan meninggalkan segala kenyamanan. Selain itu, hal ini juga bisa membuat kamu agar tidak bosan dan jenuh loh.

Sumber: idntimes.com dan hipwee.com

Jurusan Terbaik Untuk Kamu yang Anak IPS

Mungkin kamu masih bingung memilih jurusan kuliah di bidang IPS atau SOSHUM. Sebenarnya jurusan kuliah untuk anak IPS itu sudah banyak sekali dan rata-rata disemua jurusan tersebut banyak diminati oleh anak IPS maupun IPA. Untuk anak IPA memang diperbolehkan lintas jurusan kalau melalui jalur tes SBMPTN. Maka dari itu jurusan kuliah SOSHUM sangat banyak sekali peminat dan persaingannya pun sangat ketat, karena bersaing juga dengan anak IPA yang berminat lintas jurusan mengambil jurusan kuliah di bidang IPS. Berikut beberapa pilihan jurusan kuliah terbaik di bidang SOSHUM.

  1. Hubungan Internasional (HI)

Hubungan internasional adalah salah satu jurusan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Di universitas luar negeri, istilahnya bisa berbeda-beda, mulai dari International Studies, Internasional Relations hingga Global Affairs. Secara umum bidang ini mempelajari cara berkomunikasi dan berdiplomasi dengan orang asing. Oleh karena itu buat kamu yang berminat mengambi jurusan ini harus mengerti budaya, etika dan kebiasaan dari berbagai belahan di dunia. Lulusan jurusan ini sangat luas bidang pekerjaannya, salah satu contohnya bisa menjadi diplomat atau negosiator.

  1. Ilmu Komunikasi

Komunikasi mempelajari cara menyampaikan pesan secara efisien, efektif, mempelajari pemanfaatan teknologi dan penemuan baru seiring perkembangan jaman. Misalnya perkembangan internet, pengaruh media sosial, tren hiburan yang sedang populer dan faktor-faktor lainnya. Selain itu, tren dan teknologi selalu berkembang pesat, kurikulum dan penyampaian perkuliahan komunikasi juga berubah-ubah dan sehingga ilmu ini tiada ujungnya.

  1. Akuntansi

Jurusan akuntansi adalah salah satu jurusan yang memiliki gaji yang menjanjikan. Setiap perusahaan membutuhkan lulusan akuntansi untuk menghitung rugi laba dan hitungan tersebut dibuat menjadi sebuah laporan. Laporan tersebut selain untuk mengevaluasi kinerja perusahaan juga membantu menentukan strategi masa depan suatu perusahaan.

 

  1. Psikologi

Sebenarnya Jurusan Psikologi ini di kampus negeri ataupun swasta di Indonesia ada yang masuk dalam bidang SAINTEK atau SOSHUM. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari pikiran, kebiasaan dan interaksi, termasuk dalam segala aspek pengalaman manusia. Psikologi ini digambarkan sebagai “ilmu cabang”, Psikologi berkaitan ke riset dan perspektif dari ilmu sosial, ilmu alam, kesehatan dan humaniora, contohnya seperti filosofi. Lulusan psikologi pada umumnya dibutuhkan di bagian manajemen sumber daya manusia, tetapi tidak hanya terbatas itu saja, prospek kerja lulusan psikologi sangatlah luas.

  1. Bisnis dan Manajemen

Lulusan bisnis & manajemen banyak sekali dibutuhkan di perusahaan-perusahaan besar yang ada di Indonesia untuk membuat kebijakan, merencanakan sumber daya, mengarahkan bisnis secara keseluruhan dan mengimplementasikan strategi.  Jika kamu berjiwa wirausaha dan ingin membuka usaha sendiri, jurusan ini sangat cocok buat kamu.

  1. Hukum

Jurusan hukum identik dengan jurusan yang keren dan memiliki prospek kerja yang menjanjikan, tetapi kuliah di jurusan hukum memerlukan dedikasi yang besar, membutuhkan waktu berjam-jam untuk membaca, meneliti setiap kasus, hingga turun ke lapangan untuk melakukan riset. Selain itu, dibutuhkan daya ingat yang bagus untuk mengingat banyak detail seperti nama, tanggal, petunjuk-petunjuk penting lainnya. Harus tetap foku, teliti, dan berpikir cepat di bawah tekanan juga sangat penting untuk dapat sukses di jurusan ini.

  1. Sosiologi

Sosiologi adalah ilmu murni yang menganalisa masyarakat yang mempelajari banyaknya teori. Jurusan Sosiologi banyak melakukan praktik yang menganalisa perilaku masyarakat sesuai dengan topik yang diberikan. Lulusan Sosiologi dibutuhkan dalam banyak bidang, misalnya di instansi pemerintah, dimana sosiolog akan mengadakan riset dan hasil riset tersebut akan memberikan masukan bagi pemerintah mengenai kebijakan yang akan diterapkan di masa depan. Tidak hanya terbatas di bidang pemerintahan saja, sosiologi juga dibutuhkan untuk semua bidang yang bersangkutan dengan masalah-masalah sosial.

  1. Sastra

Lulusan sastra biasanya sangat mengerti arti tersembunyi di suatu percakapan, cerita ataupun perkataan, karena sastra mempelajari banyak ilmu, dan mengerti pikiran manusia, maka mempelajari banyak transferable skill. Jurusan Sastra ini memiliki pilihan kerja yang tidak terbatas dalam bidang sastra seperti penulis, penerjemah, atau pengajar. Sastra juga adalah salah satu perantara hiburan bagi manusia, baik itu berupa bacaan seperti novel, lagu, atau film-film yang diangkat dari suatu jaman sejarah, atau latar belakang.

Sumber: hotcourses.co.id

 

Tips dan Trik Meningkatkan Minat Baca

Membaca adalah suatu kegiatan yang sangat penting bagi semua kalangan masyarakat. Membaca perlu ditekankan kepada setiap individu, karena informasi yang paling mudah untuk kita peroleh adalah melalui bacaan seperti koran, majalah, buku-buku, dan lain-lain. Sayangnya minat baca di Indonesia sangat rendah. Kurangnya minat baca disebabkan oleh suatu faktor yaitu masih rendah kemahiran membaca seseorang, khususnya siswa yang masih bersekolah. Hasil penelitian yang dilakukan Tim Program of International Student Assessment (PISA) Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas (2003) mengatakan bahwa “Kemahiran membaca anak usia 15 tahun di Indonesia sangat memprihatinkan. Sekitar 37,6 persen hanya bisa membaca tanpa bisa menangkap maknanya dan 24,8 persen hanya bisa mengaitkan teks yang dibaca dengan satu informasi pengetahuan”. Untuk mengatasi hal tersebut, berikut ada beberapa cara meningkatkan minat baca.

1. Pengemasan koleksi buku pribadi yang menarik

Buku yang usang dan kusam tentu tidak akan memberikan daya tarik bagi siapapun yang melihatnya. Apalagi untuk melihat buku setiap lembaran dan membaca isi buku yang terdapat di dalamnya. Kecuali buku tersebut sangat diperlukan dan tidak ada lagi yang bisa menggantikan keutamaannya. Oleh karena itu, mengemas buku dengan lebih menarik sangat diperlukan bagi yang minat membacanya masih kurang. Contohnya seperti: menyampul buku dengan rapi dan menggunakan rak buku yang menarik.

 

  1. Membentuk perpustakaan mini

Hal ini memang tidak dapat dilakukan oleh seluruh masyarakat. Namun, lebih baik jika salah satu orang atau kalangan yang taraf hidupnya lebih dari cukup menyumbangkan untuk membentuk perpustakaan mini yang misalnya ruang lingkupnya setingkat rukun tetangga. Perpustakaan yang dibentuk dapat berupa perpustakaan konvensional atau perpustakaan digital.

 

  1. Motivasi guru dan keluarga

Pada dasarnya, pihak sekolah atau guru bertanggungjawab menumbuhkan minat baca bagi siswa, karena dari hal tersebut sumber kreatifitas siswa akan muncul. Sekolah harus mengajar dengan cara berpikir melalui budaya belajar yang menekankan untuk memahami materi. Selain itu, keluarga juga harus mendukung, terutama dari orang tua yang harus mencontohkan kegemaran membaca kepada anak mereka. Orang tua harus memperhatikan dan mengawasi terhadap kegiatan anak-anaknya. Sementara fasilitas untuk membaca di rumah juga harus dipenuhi, agar minat membaca di rumah turut meningkat.

 

  1. Menyediakan buku hiburan

Perpustakaan atau rak buku di rumah sebaiknya tidak hanya menyediakan buku-buku ilmiah saja. Melainkan menyediakan buku hobby dan buku fiksi yang banyak digemari para siswa.

 

Sumber: kompasiana.com

firdausblogdotcom.wordpress.com

student.cnnindonesia.com