Informasi Seputar Jurusan Sastra

Informasi Seputar Jurusan Sastra

Sastra akan selalu ada selama ada bahasa, mulai dari lisan sampai cerita bergambar di zaman manusia belum mengenal huruf sampai klasik kontemporer. Selain itu, Ilmu Sastra juga menunjukkan bahwa terdapat berbagai cara dalam memainkan kata dengan tujuan menyenangkan, menghibur, dan mendidik. Di jurusan ini selain melakukan perkuliahan, tutorial, atau seminar, kamu juga harus membaca kurang lebih 2-3 buku setiap minggunya.

  • Fakta Berbagai Jurusan Sastra di Beberapa PTN
  • Dalam jurusan sastra kamu diajak untuk belajar lebih dalam dan mengenal tentang banyak kebudayaan sesuai dengan pilihan kalian. Misalnya dalam Sastra China kamu akan mempelajari ilmu melukis huruf China dengan tinta dan alat khusus yang biasa disebut hanzi.
  • Di Universitas Indonesia memiliki jurusan sastra yang masih sedikit peminatnya, yaitu jurusan Sastra Jawa. Jurusan ini sudah terakreditasi A dengan jumlah peminat sebanyak 301 pendaftar di SBMPTN tahun 2017. Jurusan Sastra Jawa menyediakan 38 kursi yang mengartikan peluang kamu lolos sebesar 13%.
  • Didalam Sastra Rusia Universitas Padjadjaran kamu akan mempelajari banyak hal seperti topik tentang ekonomi, psikologi, hingga politik melalui karya sastra. Selain itu, kamu juga akan melihat berbagai budaya dan adat yang unik dan menarik, bahkan pemerintah Rusia menyediakan banyak beasiswa bagi lulusan jurusan ini. Jurusan Sastra Rusia Universitas Padjadjaran memiliki peluang 8% untuk bisa lolos di SBMPTN 2018.
  • Di Univesitas Brawijaya kamu bisa mendaftar ke jurusan Sastra China yang tidak kalah bagusnya dari jurusan sastra lain. Di SBMPTN jurusan Sastra China menyediakan sebanyak 24 kursi, hal itu menandakan peluang kamu lolos sebesar 10%.

Kuliah itu banyak suka dukanya, sama seperti hidup kita masing-masing, menjadi anak teknik, hukum, politik, kedokteran sampai tata boga sekalipun, kuliahnya tidak jauh dari perjuangan untuk mencapai tujuan yang sama. Mahasiswa di jurusan Sastra, meskipun setiap jurusan pasti mempunyai suka dan duka yang unik. Sebagian mahasiswa yang masuk ke jurusan Sastra, dulunya masuk ke jurusan Sastra hanya untuk tidak belajar matematika saja. Mungkin nanti akan kesulitan ketika melihat soal ujian saat akan melanjutkan studi S2. Mengapa? Karena tes masuk ke studi S2 terdapat soal tes matematika dasar atau TPA, tapi tenang saja selama kuliah S1 tidak mempelajari hitungan.

  • Mata kuliah khusus yang dipelajari di Jurusan Sastra
  • Film & Sastra
    Kelas ini mempelajari tentang karya sastra yang diangkat ke film atau sebaliknya, dan kamu akan menganalisa dan membandingkan versi film dengan versi sastranya.
  • Pengkajian Cerita Detektif
    Mempelajari sejarah dan perkembangan cerita detektif. Mata kuliah ini buat kamu yang mempunyai cita-cita menjadi detektif.
  • Bahasa Asing (Spanyol, Italia, Jepang, Arab, Prancis, Inggris)
    Salah satu keuntungan anak Sastra itu diperbolehkan untuk mengambil mata kuliah bahasa lain, jadi misalnya dari jurusan Sastra Inggris boleh mengambil mata kuliah bahasa Italia, Spanyol, atau Jepang.
  • Romantic & Gothic
    Romantic dan Gothic mempelajari teknik tulisan populer, terutama untuk cerpen. Kelas ini cukup terkenal, karena sangat efektif untuk mengasah kemampuan tulisan non-formal mahasiswa dan meningkatkan kreatifitasnya.
  • Multikulturalisme
    Disini mahasiswanya akan belajar tentang keunikan dan perbedaan budaya, kebiasaan, dan juga pola pikir manusia. Dari hal tersebut, kamu juga jadi belajar tentang stereotyping dan kenyataannya.
  • Prospek Kerja Jurusan Sastra

Mahasiswa di Jurusan Satra harus bisa bebicara dengan berbagai bahasa dengan benar, maka dari itu mahasiswanya sering disebut sastrawan. Mengapa? Karena seseorang tersebut dapat menggunakan berbagai bahasa dengan baik dan benar. Namun, banyak orang yang berfikiran sebelah mata tentang jurusan Sastra, mereka menganggap bahwa Jurusan Sastra tidak mempunyai prospek kerja yang luas. Ternyata di jurusan ini memiliki prospek kerja yang luas loh!

Lulusan dari jurusan Sastra nantinya bisa bekerja sebagai Penulis Novel, Penerjemah Bahasa Asing maupun Bahasa Indonesia, Pengusaha Percetakan, Editor, Copywriting, dan Jurnalis. Selain itu, lulusannya juga bisa bekerja sebagai Dosen atau Guru di salah satu kampus dan sekolah negeri atau swasta.