Fakta Menarik Jurusan Kedokteran

Di setiap Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta selalu yang menjadi banyak peminatnya yaitu jurusan Kedokteran. Diterima dan berkuliah di jurusan Kedokteran menjadi suatu kebanggaan untuk diri sendiri dan kedua orang tua. Namun, terbilang sangat sulit untuk diterima di jurusan Kedokteran, tetapi dengan usaha yang seimbang pasti kamu akan bisa masuk ke jurusan ini. Berikut beberapa fakta menarik tentang jurusan Kedokteran.

1. Kuliah di jurusan Kedokteran sangat panjang prosesnya
Berkuliah di jurusan Kedokteran itu tidak hanya sekedar berkuliah sekitar 4 tahun terus lulus saja. Di jurusan Kedokteran terdapat kuliah Preklinik atau seperti kuliah biasa pada umumnya sekitar 3,5 atau 4 tahun mungkin juga ada yang lebih. Setelah kuliah Preklinik selesai, kamu memiliki gelar S.Ked (Sarjana Kedokteran).
Di jurusan Kedokteran memerlukan koas (coass = co assiten) atau praktik di rumah sakit selama 1,5 atau 2 tahun, untuk mengaplikasikan teori yang didapat selama Preklinik tadi. Lulus dari koas kamu akan melakukan sumpah untuk mendapatkan bergelar dr. (dokter). Selain itu, masih ada yang wajib dilakukan yaitu Internship. Internship di jurusan Kedokteran ini langsung turun ke lapangan dan bertemu dengan masyarakat banyak. Internship ini sama seperti KKN tetapi waktunya lebih lama harus menyelesaikan selama 1 tahun. Setelah itu baru bisa bebas berpraktik.
Mahasiswa Kedokteran memerlukan proses yang panjang untuk menjadi dokter umum sekitar 6 tahun. Selain itu, kalau kamu ingin mengambil spesialis, harus melaksanakan sekolah bertahun-tahun tergantung spesialisasi apa yang akan diambil, contohnya seperti Spesialis Tulang sekolahnya 5 tahun, spesialis anak 4 tahun, radiologi 2 tahun dan tergantung universitasnya juga.

2. Menjadi mahasiswa Kedokteran itu terbilang sulit
Di jurusan Kedokteran harus menghafal nama latin anatomi atau struktur tubuh yang terbilang sangat banyak sekali materinya. Selain itu, kamu juga harus mengerti dengan gambaran abrstrak histologi (jaringan) tubuh di mikroskop yang tidak berbentuk, mempelajari juga apa yang terlihat dari luar seperti mata, kulit, telinga tapi kita juga mempelajari yang tidak terlihat seperti jantung, usus, rahim, anatomi, histologi dan fisiologinya. Di jurusan ini juga mempelajari tentang cara sel berkomunikasi sampai tingkat gen dan DNA. Mahasiswa Kedokteran tidak hanya pintar di teori saja, tapi harus mahir di praktik/skill. Jurusan Kedokteran juga mengharuskan mahasiswanya belajar mengenai cara berkomunikasi yang baik, melakukan pemeriksaan benar, bersikap ramah, dan penolong.

3. Menjalankan rutinitas yang sibuk
Mahasiswanya sangat sibuk dengan kehidupan akademik perkuliahan, mulai dari pretes, postes, responsi (ujiannya praktikum), turun ke puskesmas, Ujian Blok (di kedokteran sistem pembelajarannya perblok), dan Ujian Skill atau OSCE. Mahasiswa Kedokteran juga sangat sulit untuk diajak bertemu atau bermain diluar kampus.

4. Mata kuliah di Kedokteran banyak hafalan
Di Jurusan Kedokteran memang mata kuliah banyak hafalan yang harus kamu pelajari setiap harinya. Hafalan tersebut banyak sekali yang mengandung kata-kata istilah atau bahasa kedokteran yang nantinya kalau kamu sudah jadi dokter wajib hafal kata-kata tersebut. Selain itu, di Kedokteran juga banyak hitungan yang akan dipelajari.

5. Menjadi mahasiswa Kedokteran harus berpenampilan rapih dan sopan
Berkuliah di Kedokteran ada beberapa peraturan bahkan tentang berpakaian. Mahasiswanya harus pakai kemeja atau baju berkerah. Perempuan menggunakan rok dan tidak boleh memakai celana apalagi jeans. Kalau laki-laki yang penting memakai celana panjang. Selain itu, harus menggunakan sepatu tidak boleh sandal. Ini hanya berlaku saat jam kuliah saja, jadi saat diluar kelas bebas bisa menggunakan apa saja. Sejak semester awal kuliah mahasiswa Kedokteran sudah dikenalkan mata kuliah bioetik yang materinya tentang etika-etika seorang dokter, dan banyaknya tuntutan dari senior dan juga dokter-dokter yang ada di kampus. Dari hal tersebutlah yang mengharuskan mahasiswa Kedokteran harus berpenampilan rapih dan sopan.

6. Mahasiswanya para pejuang yang tangguh
Kita semua sangat mengetahui bahwa untuk lulus dari jurusan Kedokteran adalah hal yang sangat sulit, baik dari jalur rapor maupun jalur tulis. Maka dari hal tersebut, mahasiswa Kedokteran menjadi para pejuang-pejuang tangguh, baik sebelum masuk kampus dan selama survive di kampus.

7. Tidak mengutamakan UKM
Mahasiswa Kedokteran tidak mengutamakan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dan sangat jarang sekali mahasiswa Kedokteran aktif dalam UKM. Mengapa? Karena mahasiswa Kedokteran memiliki jadwal kuliah yang padat, praktikum, mentoring. Sebenarnya mereka bukan tidak bisa melakukan berbagai event kampus, tetapi mereka belum memprioritaskan semua hal tentang kegiatan yang diadakan di kampus seperti BEM, BPM, HIMA, maupun UKM. Selain itu, mahasiswa Kedokteran juga tidak ingin mengikuti kegiatan-kegiatan yang kurang mendukung mengenai progress perkuliahannya.

Sumber: faktakampus.com